Senin, 05 Januari 2009

SENIN, SISWA DI JAKARTA MASUK PUKUL 06.30 WIB

[Jakarta] Pemprov DKI Jakarta mulai Senin akan menerapkan jam masuk baru siswa sekolah dari pukul 07.00 WIB menjadi 06.30 WIB. Kebijakan itu dilakukan untuk mengurangi kemacetan.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, menegaskan, telah siap menerapkan kebijakan baru itu. Berbagai fasilitas pendukung seperti bus sekolah dan angkutan umum telah siap beroperasi lebih pagi dari biasanya.

Seperti diberitakan, guna mengurangi dampak kemacetan yang kian parah terutama pada pagi hari, Pemprov membuat skenario perubahan jam masuk sekolah. Kebijakan itu berdasarkan hasil survey konsultan yang disewa Pemprov DKI, PT Pamintori Cipta”.

Dikutip dari Suara Pembaruan, Sabtu 3 Januari 2009

Kami dari Prisoner of Connection ingin menanggapi kebijakan tersebut. Penyebab dari kemacetan tersebut dikarenakan beberapa hal.

Yaitu :

1. Yang sering kita lihat banyaknya angkutan umum yang berhenti di sembarang tempat untuk menaikkan penumpang atau menunggu penumpang naik angkutan umum tersebut sehingga menimbulkan kemacetan di jalan raya. Dan cenderung angkutan umum lebih egois dalam bertindak di jalan raya. Misalnya berhenti sembarangan, tidak mau kalah dalam memutar balik arah.

2. Kami ambil contoh ; di pinggir jalan Kramat Jati, Jakarta Timur. Aktifitas yang terjadi hingga pagi adalah banyaknya penjual yang menempati ruas tepi jalan. Ketika mejelang pagi, jam 5 sampai dengan jam 6 pagi, para petugas sedang melakukan pembersihan ruas tepi jalan disertai dengan mobil Dinas Kebersihan. Hal ini menghambat kegiatan perjalanan.

3. Sikap pengguna motor yang arogan. Untuk mengurangi kemacetan, banyak sekali orang bepergian menggunakan motor. Sudah banyak motor yang melintas di jalan raya. Salah satunya ini, pengguna motor merupakan penyebab kemacetan. Pengguna motor kerap kali melakukan penyelipan di mana ada celah untuk bisa melaju dan menghindari kemacetan. Sehingga mobil sering mengalah ketika motor melakukan penyilangan untuk masuk dalam celah antara mobil dengan mobil.

4. Pelaku dari penyebab kemacetan bukan anak sekolah saja,melainkan orang-orang yang melakukan aktivitasnya di pagi hari. Misalnya tenaga kerja, orang kantoran, dll. Mereka dominan menggunakan kendaraan pribadi, bisa dikatakan yaitu mobil. Bisa kita lihat, di jalan tol mengalami kemacetan ketika pagi hari. Kebanyakan mereka bukan berdomisili Jakarta, tetapi dari luar Jakarta. Hal ini bisa menyebabkan kemacetan.

5. Kesadaran manusia. Maksudnya disini adalah, ketika orang kantoran masuk jam 8 misalnya, seharusnya mereka jangan berangkat mendekati jam 8. Jika perlu berangkat dari subuh untuk mengurangi kemacetan.

6. Transportasi yang beroperasi di pagi hari. Untuk mengurangi kemacetan, harusnya tersedia transportasi yang sudah beroperasi pada pukul 5 pagi untuk mengurangi kemacetan.

7. Kurangnya kapasitas jalan raya. Seharusnya pemerintah membuat banyak jalan baru sebagai jalan alternatif agar jalan utama yang sudah diketahui oleh banyak orang tidak terlalu macet dan padat.

Mengenai anak sekolahan masuk jam 06.30 WIB, tanggapan kami tidak setuju.

Anak sekolahan masuk jam 7 pagi saja masih ada yang terlambat dan di daam kelas masih ada yang mengantuk. Jika masuk jam 06.30 WIB, pasti akan banyak yang terlambat dan mengantuk.

Bukan itu saja, anak sekolahan kebanyakan tidak bertempat tinggal di Jakarta. Mereka bertempat tinggal diluar Jakarta yang bersekolah di Jakarta. Hal ini kembali lagi bermasalah dengan ada atau tidak adanya transportasi yang beroperasi lebih pagi dari biasanya.

Jika masuk lebih awal, yang dikhawatirkan adalah anak sekolahan tidak bisa menerima materi yang ditawarkan oleh sekolah dan otak dipaksa untuk bekerja sehingga mereka akan cepat lelah dan produktivitas akan menurun.

Bagaimana dengan anda ? Setuju atau tidak setuju ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong komentarnya, WAJIB !!!