Tampilkan postingan dengan label technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label technology. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Desember 2008

ANTISIPASI NOTEBOOK DARI GUNCANGAN


Dibandingkan dengan komputer biasa, notebook menjadi favorit banyak orang sebab bentuknya yang kecil. Namun, karena bentuknya inilah yang membuat orang tidak hati-hati ketika meletakkan notebook. Apalagi jika notebook terjatuh atau terkena guncangan. Alhasil, notebook kesayangan anda pun akan menjadi rusak dan data-data penting di dalamnya menjadi hilang. Berikut ini adalah beberapa cara meletakkan notebook yang kurang tepat dan solusinya.

Meletakkan notebook di pangkuan paha anda dapat membuat aliran udara pada bagian bawah notebook menjadi terhambat. Sirkulasi udara yang tidak lancar dapat menimbulkan overheat, sehingga dapat merusak komponen-komponen penting yang lainnya. Selain itu, jika tidak hati-hati ada kemungkinan notebook anda akan terjatuh dari pangkuan.

Hal ini serupa dengan meletakkan notebook pada permukaan yang lunak, seperti sofa, tempat tidur ataupun karpet. Untuk mengantisipasinya, anda dapat menggunakan Fan Cooler untuk menyangga dan memperlancar aliran udara. Namun, hal ini tentunya akan mengurangi masa kerja dari baterai.

Hal yang terpenting lainnya adalah jaringan menjadikan notebook dan baterainya sebagai media penyangga beban. Ubahlah kebiasaan anda menaruh berbagai macam barang di atas notebook atau baterainya. Sebab, hal ini dapat membuat notebook menjadi tertekan oleh beban. Gunakanlah notebook secara bijaksana sesuai dengan fungsinya.

Jika anda salah meletakkan notebook seperti tertekan beban yang berat, jatuh, dan terkena guncangan, maka sirkuit di dalamnya akan korslet (hubungan singkat) yang dapat mengakibatkan overheat. Selain itu, data-data penting di dalam notebook juga dapat hilang.

Untuk mengantisipasinya, notebook Hewlet Packard memfasilitasi notebooknya dengan fitur HP ProtectSmart. Fitur ini berfungsi untuk memberikan proteksi terhadap hard drive. Cara kerjanya adalah, hard drive secara otomatis akan menghentikan putaran hard drive setelah mendeteksi adanya guncangan atau terjatuh secara tiba-tiba. Sistem ini ditujukan untuk mencegah terjadinya kehilangan berkas dan data penting anda.

Sumber : Kompas : 4 November 2008

BAHAN BAKAR AIR UNTUK MOBIL MASA DEPAN


Dunia tidak bisa berharap banyak pada bahan bakar fosil yaitu Minyak Bumi, Gas dan Batubara yang selain membutuhkan jutaan tahun untuk terbentuk, juga cepat habis karena sangat praktis digunakan. Dengan bertambah banyaknya penduduk dunia, maka tekanan terhadap penggunaan bahan bakar fosil sangat tinggi. Lama kelamaan akan habis.

Orang berusaha untuk memakai bahan bakar air. Namun bagaimana caranya ??

Caranya dengan teknik plasma karena pembakaran dimana pun selalu dalam bentuk plasma. Plasma adalah campuran antara muatan positif dan negatif yang terkungkung dalam suatu wadah. Ia merupakan wujud ke-4 dari materi setelah padat, cair, gas, terakhir plasma. Contoh plasma adalah lidah api, petir, lampu TL, dll.

Air sudah dapat dijadikan plasma dengan bantuan energi listrik. Prof. Kanarev dari The Kuban State Agrarian University, Departement of Theoretical Mechanics, Krasnodar, Rusia, telah berhasil mematenkan plasma air. Ini sesuai dengan penemuan terdahulu oleh Kanzius, air laut yang diberi medan listrik bolak balik pada frekuensi radio (RF) dapat menyala. Nyala api hasil pembakaran ini mencapai suhu sekitar 1650 derajat Celsius. Bahkan laporan lain menyebutkan, alat las yang memakain plasma serupa dapata melelehkan alumunium, menguapkan wolfram dan menghasilkan suhu 6000 derajat Celsius.

Pada mesin konvensional yang menggunakan BBM sebagain bahan bakar, untuk menghasilkan plasma (nyala api) dilakukan dengan cara membakar dengan percikan api dari busi. Ini dimungkinkan karena titik bakar BBM rendah. Sebaliknya jika nanti mesin menggunakan air sebagai bahan bakar, diperlukan energi listrik untuk menciptakan plasma.

Ukuran dan bentuk silinder mesin harus didesain khusus sehingga tegangan listrik yang dibutuhkan untuk menciptakan plasma tidak terlalu besar. Bandingkan dengan prinsip kerja pada lampu TL yang juga adalah plasma. Jika tabungnya panjang, dibutuhkan trafo tambahan untuk menyalakannya. Namun saat ini sudah banyak neon yang pendek dan kecil sehingga langsung menyala pada tegangan 220 V saja.

Konon kabarnya, riset oleh Toyota dan MIT serta berbagai universitas di Eropa telah diarahkan juga untuk menyempurnakan penggunaan air sebagai BBA disamping aplikasi lainnya melalui teknologi plasma. Ini menandakan bahwa BBA akan menjadi bahan bakar secara luas beberapa tahun mendatang. Yang jelas, selling point teknologi ini ada pada pembuat mobil dan bukan pada penjual air. Jangan-jangan air pun akan semakin mahal.

Sumber : Majalah Inside : Vol 7 Desember 2008