Senin, 05 Januari 2009

APAKAH ANDA MENGALAMI INSOMIA ?


Pernahkah anda merasa sulit tertidur di malam hari, sering terbangun dan tidak dapat tidur kembali, serta sering bangun terlalu dini di pagi hari ? Akibatnya pada siang hari badan anda terasa lelah dan mengantuk, sehingga gairah hidup menurun dan kerja pun menjadi kurang optimal. Sebenarnya apa yang terjadi dengan tubuh anda ? Apakah anda mengalami apa yang sering disebut dengan insomia ?

APAKAH INSOMIA ITU ?

Insomia adalah kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan jam tidur yang sering dan terus-menerus, tanpa alas an yang jelas. Jadi berapa lama sebenarnya waktu tidur yang cukup ? Jawabannya bisa bervariasi meskipun tidur 7½ jam adalah angka rata-rata, namun beberapa orang merasa baik-baik saja meskipun hanya tidur 4-5 jam, tetapi ada orang lain yang membutuhkan tidur 9-10 jam setiap harinya. Hal tersebut dipengaruhi oleh seberapa cepat seseorang dapat mencapai fase tidur nyenyak (fase delta). Ada 4 fase tidur :

· Fase 1 : tidur transisi

· Fase 2 : tidur ringan. Fase 1 dan 2 ditandai dengan gerakan mata yang tidak cepat.

· Fase 3 dan 4 : merupakan tahap tidur nyenyak ditandai dengan gerakan mata yang cepat.

APA PENYEBABNYA ?

Walaupun dapat terjadi pada usia muda, namun kasus insomia lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia. Hal ini disebabkan karena banyaknya perubahan yang terjadi saat usia menjelang 50-an, seperti perubahan pola tidur, perubahan aktivitas menjadi kurang aktif dan perubahan status kesehatan seperti penyakit-penyakit kronis yang diderita. Pada orang muda, insomia sering disebabkan karena :

· Stres memikirkan pekerjaan, sekolah, kesehatan atau keluarga.

· Kegelisahan dan kekhawatiran yang membuat pikiran anda terlalu waspada untuk jatuh tertidur seperti ketika anda akan melakukan presentasi keesokan harinya.

· Depresi.

· Perubahan lingkungan atau jadwal kerja.

· Makan terlalu banyak atau terlalu terlambat di malam hari.

· Beberapa orang mendapatkan warisan kecenderungan tidur buruk.

BAGAIMANA SOLUSINYA ?

Adalah dengan melakukan perubahan aktivitas dan kebiasan sehari-hari, misal :

· Tepati jadwal waktu tidur dan bangun.

· Batasi waktu di tempat tidur.

· Hindari tidur siang.

· Berolah raga dan tetap aktif secara fisik.

· Hindari kafein terutama pada malam hari.

· Jangan menahan rasa sakit. Jika ada rasa nyeri, segera obati.

· Lakukan relaksasi seperti berendam di air hangat, dipijat tau menggunakan aroma terapi.

Sumber : Majalah Kesehatan Century Healthcare


JANGAN MENJADI MAHASISWA PASIF, JADILAH MAHASISWA AKTIF


Salam generasi muda !

Dalam tulisan ini, gw akan memaparkan mengenai kepasifan mahasiswa akan kegiatan yang diadakan oleh kampus ataupun kepasifan mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan akademik.

Dalam hal ini, gw sebagai mahasiswa menilai bahwa mahasiswa zaman sekarang tidak ada kesadaran untuk melangkah lebih terdepan oleh berpacunya waktu. Mereka hanya menerima informasi tetapi tidak dikaji lebih dalam informasi yang didapat dari perkuliahan. Hanya ada sebagian mahasiswa yang mempunyai pemikiran kritis yang mengkaji ulang informasi yang diperoleh.

Sangat disayangkan bahwa mahasiswa tidak berperan serta dalam keaktifan yang diadakan oleh kampus (perkuliahan dan kegiatan lainnya). Hal ini dapat merugikan bagi mahasiswa yang hanya pasif, menerima apapun tanpa adanya interaktif. Kerugian yang diperoleh adalah :

• Mahasiswa tidak akan mendapatkan informasi secara komprehensif

• Mahasiswa tidak memperoleh relasi untuk masa depannya

• Mahasiswa tidak akan mendapatkan pengalaman

• Mahasiswa akan menjadi lebih tertutup akan dunia kampus atau bahkan dunia luar nantinya

Penulis merupakan salah satu mahasiswa yang aktif dalam kegiatan organisasi kampus. Perlu digaris bawahi, bahwa gw bukan aktif dalam organisasi kampus yang bergerak dalam bidang politik tetapi organisasi gw adalah bergerak dalam membantu mahasiswa dalam akademik perkuliahan, bisa dikatakan politik manajemen.

Yang ingin gw jabarkan ada 2 (dua) lingkup mengenai kepasifan mahasiswa.

1. Pasifnya mahasiswa dalam perkuliahan

Perkuliahan kerap kali mengundang pandangan mahasiswa bahwa kuliah hanya untuk ajang gaya-gayaan. Mereka datang, duduk, dengar dosen menerangkan dan pulang.

Jika gw simpulkan, mahasiswa tidak aktif dalam kelas disebabkan oleh mahasiswa itu sendiri dan berasal dari dosennya.

Mahasiswa yang sadar bahwa mereka adalah seorang mahasiswa, mereka menuntut ilmu di perguruan tinggi adalah untuk bekal mereka nanti. Dan mereka inilah yang dalam kelasnya aktif. Aktif bertanya, mengkaji ilmu yang diperoleh dari dosen dan terus mencari ilmu yang berhubungan dengan pilihan yang diambilnya.

Sedangkan penyebab yang berasal dari dosennya adalah terletak pada kenyamanan dosen dalam mengajar. Tak kenal maka tak sayang. Istilah yang mungkin tepat untuk mambangkitkan semangat antara mahasiswa dengan dosen. Mahasiswa tidak aktif dalam kelas disebabkan karena :

• Dosen kurang semangat mengajar

• Dosen tidak mengenal kemampuan dan pribadi mahasiswa

• Kurang tegasnya dosen menangani mahasiswa

Bila hal ini dibiarkan terus menerus maka mau jadi apa mahasiswa kelak, yang hanya menerima begitu saja informasi yang didapat dari dosen ?

2. Pasifnya mahasiswa dalam kegiatan kampus

Kegiatan kampus yang gw maksud adalah seperti seminar, workshop, aktif dalam organisasi, hiburan, dll. Kegiatan yang seperti ini amat sangat disayangkan jikalau dilewatkan. Kegiatan tersebut sangatlah membantu mereka untuk mendapatkan informasi yang bukan hanya sekedar dari kelas saja melainkan dari berbagai nara sumber yang menjadi salah satu partisipan kegiatan kampus.

Gw geram kepada mahasiswa yang pasif merespon adanya kegiatan kampus, misalnya terselenggaranya seminar, kompetisi, dll. Mahasiswa yang pasif cenderung harus "digertak/diancam" oleh dosen untuk mengikuti acara tersebut, yang ujung-ujungnya bermuara dengan nilai mahasiswa. Padahal acara itu sangatlah berguna dan dapat mengetahui sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam mengimplemantasi ilmu yang didapatnya.

Gw berpendapat bahwa mahasiswa yang pasif, tidak menghargai pada orang-orang yang telah mengeluarkan ide serta melaksanakan acara kampus tersebut. Mahasiswa yang aktif itu ingin mengajak mahasiswa yang pasif agar menjadi aktif. Tetapi ternyata, itu tidak membuahkan hasil.

Sekarang, marilah kita semua mahasiswa.....janganlah menjadi mahasiswa pasif. Jadilah mahasiswa yang aktif.

Ditulis oleh Nia Leniawati


Minggu, 04 Januari 2009

Selangkah Lagi, Mammoth Purba Hidup Lagi


Mimpi menghidupkan kembali dinosaurus dan hewan-hewan purba seperti dalam sekuel Jurassic Park selangkah lagi mendekati kenyataan. Para ilmuwan berhasil memetakan sebagian besar kode genetika mammoth purba, saudara tua gajah yang memiliki tubuh berambut lebat.

Daftar kode genetik tersebut diterjemahkan dari ekstrak sel 20 gumpalan rambut mammoth yang diambil dari mumi mammoth yang ditemukan di lapisan es Siberia, Rusia. Mamoth yang dapat tumbuh hingga setinggi lebih dari 5 meter hidup sekitar 10.000 tahun lalu.

Jika seluruh peta genetika (genom) selesai dikodekan, bukan tidak mungkin mammoth dapat dihidupkan kembali melalui bioteknologi. Ilmuwan yang melakukan penelitian tersebut memprediksi dalam 10-20 tahun ke depan, mammoth bisa dihidupkan kembali seiring semakin majunya perkembangan teknologi kloning, sel induk, dan sejenisnya.

"Itu memungkinkan. Yang perlu dipertanayakan justru karena kita tahu dapat melakukannya suatau ketika, apakah kita harus melakukannya?" ujar Stephan Schuster, pakar biokimia Pennsylvania State University yang melakukan penelitian tersebut.

Ekstraksi DNA dari rambut snagat menjanjikan dibandingkan dari fosil tulang yang selama ini ditemukan pada makhluk-makhluk purba lainnya. Sebagai gambaran, ekstrak sel dari tulang manusia Neanderthal hanya menyisakan 6 persen dari daftar seluruh DNA.

Sementara dari rambut mammoth, seperti dilaporkan dalam jurnal Nature terbaru, sudah berhasil mengungkap 80 persen dari daftar DNA. Kode sisanya tinggal menunggu waktu mengingat sel yang diekstrak masih sangat utuh tersimpan baik di dalam lapisan es.

Meski demikian, belum ada satupun ilmuwan yang tahu bagaimana cara memanfaatkan kode genetika tersebut untuk menghidupkan kembali mammoth. Pastinya, para ilmuwan harsu menemukan cara menghasilkan embrio mammoth dari materi genetika tersebut.

Setidaknya ada dua cara yang mungkin dapat dipakai untuk mengubah materi genetika tersebut menjadi mammoth hidup. Cara pertama adalah menggunakan sel gajah sebagai perantara yang memiliki ko genetika tak jauh berbeda. Cara lainnya adalah menghasilkan organisme baru dengan merangkai bagian per bagain kode gentika. Kedua cara tersebut sama-sama kompleks dan sulit dilakukan saat ini namun bukan mustahil kelak.

Para ilmuwan Jepang yang terlibat dalam penelitian mumi mammoth Siberia bahkan punya ambisi lain yang lebih memungkinkan. Saat ini mereka masih berupaya mencari sisa sperma yang mungkin terawetkan dalam tubuh bangkai mammoth. Jika sperma tersebut masih utuh bukan tidak mungkin mammoth dapat dilahirkan dari kandungan seekor gajah. Siapa tahu.